Bismillahirrohmanirrohim (Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang)
Wednesday, January 14, 2015
Friday, December 12, 2014
minggu 15
Diminggu ke 15 ini saya akan menjelaskan tentang manusia dan harapan,
berikut pint point nya :
A.
Pengertian Doa
Apa itu Doa? Doa adalah permohonan kepada Allah yang
disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan
kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya
merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya
sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa secara syar’i yang sebenanya.
Doa dalam pengertian pendekatan diri kepada Allah dengan sepenuh
hati, banyak juga dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an banyak
menyebutkan pula bahwa tadharu’ (berdoa dengan sepenuh hati) hanya akan
muncul bila di sertai keikhlasan. Hal tesebut merupakan kebiasaan yang
dilakukan oleh orang-orang shalih. Dengan tadharu’ dapat menambah kemantapan
jiwa, sehingga doa kepada Allah akan senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan
senang maupun dalam keadaan susah, dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan,
dalam kesulitan maupun dalam kelapangan. Dalam Al-Qur’an Allah telah menegaskan
: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya
di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan
janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati
Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28).
Al-Qur’an juga memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang taat
melakukan ibadah senantiasa mengadakan pendekatan kepada Allah dengan
memanjatkan doa yang disertai keikhlasan hati yang mendalam. Sebuah doa akan
cepat dikabulkan apabila disertai keikhlasan hati dan berulangkali dipanjatkan.
Hal ini banyak
ditegaskan dalam ayat Al-Qur’an, diantaranya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan
berendah diri (tadharu’) dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan
di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa
takut akan tidak diterima dan penuh harapan untuk dikabulkan. Sesungguhnya
rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ar’af
: 55-56).
Pengertian doa bagian dari ibadah adalah bahwa kedudukan
doa dalam ibadah ibarat mustaka dari sebuah bangunan mesjid. Doa adalah tiang
penyangga, komponen penguat serta syiar dalam sebuah peribadatan. Dikatakan
demikian karena doa adalah bentuk pengagungan terhadap Allah dengan disertai
keikhlasan hati serta permohonan pertolongan yang disertai kejernihan
nurani agar selamat dari segala musibah serta meraih keselamatan abadi.
- Fungsi doa dalam
kehidupan sehari-hari
Walaupun secara kualitas doa disejajarkan dengan setengah
ibadah wajib, tapi dari segi substansinya doa merupakan inti dari setiap ibadah
yang kita lakukan kepada sang pencipta. Shalat yang kita lakukan terdiridari
kumpulan doa, mulai dari awal takbir sampai salam, begitupun ibadah yang lain.
Makanya tak salah kalau Rasullulah mengatakan bahwa doa adalah ruhnya ibadah.
Tanpa doa ibadah tidak akan punya arti apa-apa.
Secara mendasar doa merupakan penghancuran nilai-nilai egoisme
kemanusiaan yang selalu identik dengan kesombongan, keangkuhan dan merasa bahwa
setiap keberhasilan adalah jerih payah sendiri tanpa menganggab adanya campur
tangan Allah SWT sebagai Zat Pengatur. Keberhasilan selalu diidentikkan dengan
kecerdasan kognitif semata, kesuksesan selalu dipahami sebagai jerih payah
sendiri, disinilah celah tipuan
setan untu menggiring kita menjadi manusia yang
mengingkari nilai
ketuhanan. Dengan berdoa manusia diajarkan tentang satu hal,
bahwa sebagi makhluk Allah kita memiliki sangat banyak kekurangan dan
kelemahan, tanpa bantuan sang Khalik kita tidak akan bias memahami setiap
kejadian di muka bumi ini. Manusia hanya sebutir kerikil di tengah samudera
laupatan pasir, betapa kecil dan sangant dhaif. Maka tak salah jika Allah
memberikan cap sombong kepada manusia ketika dia tidak berdoa sedikitpun
sehabis melaksanakn shalat dan dalam
kegiatan
sehari-hari.
Kemudian, doa sangat berpengaruh terhadap sikap mental manusia
yang merupakan unsur penting dalam meraih kebrhasilan. Seseorang yang bermental
pantang menyerah tentulah dalamsetiap usaha akan selau berusaha keras. Ketika
menghadapi setiap rintangan, dia hanya akan menganggabnya sebagai cobaan kecil
dan merupakan anak tangga untuk
meraih keberhasilan.
Sebaliknya seseorang yang bermental korup sudah tentu setiap detik yang terlintas dalam pikirannya bagaimana hari ini mendapatkan uang yang banyak dan metode apalagi yang harus diterapkan. Ini merupakansikap pengecut, yaitu takut miskin dan sekaligus musyrik karena tidak percaya rezeki dari sang pencipta. Dalam sebuah riwayat diceritakan, ketika sahabat datang menemui Rasulullah dan berkata: “ Ya Rasulullah saya terbelit hutang, tolonglah saya”, tak lama berselang sahabat lain juga dating dan mengadukan hal yang sama: “Ya Nabiyullah, saya tidak punya uang”.
Selanjutnya kepada yang kedua Rasulullah memberikan sebuah kampak dan memerintahkan sahabat tersebut pergi mencari kayu bakar untuk dijual di pasar, sedangkan kepada sahabat yang pertama Rasulullah tidak memberi apa-apa kecuali hanya mengajarkansebuah doa untuk diamalkan: “Ya Allah aku berlindung dari perasaan gundah gulana, lilitan hutang, dan intimidasi orang-orang kuat”.
Sebaliknya seseorang yang bermental korup sudah tentu setiap detik yang terlintas dalam pikirannya bagaimana hari ini mendapatkan uang yang banyak dan metode apalagi yang harus diterapkan. Ini merupakansikap pengecut, yaitu takut miskin dan sekaligus musyrik karena tidak percaya rezeki dari sang pencipta. Dalam sebuah riwayat diceritakan, ketika sahabat datang menemui Rasulullah dan berkata: “ Ya Rasulullah saya terbelit hutang, tolonglah saya”, tak lama berselang sahabat lain juga dating dan mengadukan hal yang sama: “Ya Nabiyullah, saya tidak punya uang”.
Selanjutnya kepada yang kedua Rasulullah memberikan sebuah kampak dan memerintahkan sahabat tersebut pergi mencari kayu bakar untuk dijual di pasar, sedangkan kepada sahabat yang pertama Rasulullah tidak memberi apa-apa kecuali hanya mengajarkansebuah doa untuk diamalkan: “Ya Allah aku berlindung dari perasaan gundah gulana, lilitan hutang, dan intimidasi orang-orang kuat”.
Dari penggalan hadist di atas mkengandung suatu pelajaran yang
sangat dalam, bahwa ketika sahabat mengadukankondisinya yang paillit dan
dililit hutang serta kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, secara
gambling bias kita pahami pada intinya mereka berharap Rasulullah memberikan
uang sesuai dengan kemampuan Beliau. Tapi diluar dugaan, Rasulullah
tidakmemberikan uang, tapi hanya memberikan sebuah kapak dan sebuah doa.
Tentu saja bukan berarti Rasulullah tidak mau memberi uang, tapi
Nabi ingin mendidik sahabat Beliau dengan memberikan pelajaran. Pertama,
perilaku minta-minta adalah sifat yang dibenci Allah, karena merupakan
perendahan harga diri di depan manusia, menghilangkan rasa malu, dan yang
terpenting pasti kan membelenggu diri untuk kebiasaan buruk dan monoton, yaitu
akan menjadi orang yang tidak mau berusaha. Seandainya Rasulullah waktu itu
memberikan uangn, bukan tidakmungkin sahabat tersebut akan dating lagi ketika
kembali kehabisan uang.
Kedua, Rasulullah ingin mendidik mental para sahabat Beliau dan
kita umatnya agar jangan bermental rendah diridan selalu bergantung kepada
orang lain walaupun itu saudara sendiri . ketika mental sudah terbiasa
mengandalkan hutang, berarti kita sudah membelengu otak dan pikiran untuk tidak
mau berusaha mendapatkan uang dengancara lain. Kalu kita kaitkan dengan kondisi
politik di tanah air, hadist Rasulullah tersebut sangat perlu diaplikasikan.
Pemerintah Indonesia sekarang ini mempunyai mental yang sangat rendah dan masih
belum dewasa dalam beberapa tindakan politiknya. Yang dimaksud disini adalah
mental selau mengandalkan hutang luar negeri. Setiap perencanaan keuangan
negara untuk repelita ke depan terlalu memaksakan diri untuk melaksanakan
proyek-proyek yang manfaatnya kurang dirasakan oleh masyarakat langsung,
padahal kemampuan keuangan negara sangat minim, tapi tetap dilaksanakan dengan
jalan mengandalkan hutang luar negeri. Padahal beban hutang negara sekarang ini
sudah sangat berat.
Secara salah kaprah mereka berpikir, toh nanti yang akan
memikirkan hutangnya bukan masa pemerintah sekarang tapi pemerintah yang akan
dating. Sebuah mental yang tidak mau maju dan tidak mau berusaha sendiri untuk
memnuhikebutuhan bangsa ini. Ditambah dengan mental yang ingin hidup mewah
tanpa kerja keras. Paradigma berpikir mereka, setiap jabatan adalah uang, makin
tinggi jabatan semakkin besar kemungkinan menjalani hidup mewah, tanpa
memikirkan nasib rakyat yang mengantarkan mereka ke posisi tersebut.
Contoh yang reprensentatif adalah ketika usulan penggantian mobil dinas
menteri dari jenis Volvo menjadi Kijang yang memberikan kenyamanan yang sama
dengan tujuan agar lebih menghemat keuangan negara, tapi semua menteri pada
saat itu menolak dan tetap memakai mobil
mewah tersebut.
Di akhir riwayat, kedua sahabat tersebut mendatangi Rasulullah
kembali dan mengatakan bahwa mereka tidak punya hutang lagi dan sudah bisa
memenuhi kebutuhanhidup sehari-hari. Hal ini menbuktikan bahwa doa dapat
memberikan motivasi diri untuk melepaskan diri dari belenggu hutang yang
merupakan sumber gundah gulana.
Pada akhirnya doa merupakan senjata orang beriman, yang berarti merupakan bekal dansekaligus teman untuk menghadapi kesulitan hidupyang kita temui. Karena Allah berjanji mengabulkan setiap doa hambanya di dunia dan di akhirat.
Pada akhirnya doa merupakan senjata orang beriman, yang berarti merupakan bekal dansekaligus teman untuk menghadapi kesulitan hidupyang kita temui. Karena Allah berjanji mengabulkan setiap doa hambanya di dunia dan di akhirat.
B.
Pengertian Kepercayaan
Kepercayaan
adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki
keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang
didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang
mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan
dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai
(Moorman, 1993).
Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah
psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan
harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen
didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan
pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan penting
untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan
mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et al, 1995).
Menurut Ba dan Pavlou (2002) mendefinisikan kepercayaan sebagai
penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi
tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh
ketidakpastian.
Kepercayaan terjadi ketika seseorang yakin dengan reliabilitas
dan integritas dari orang yang dipercaya (Morgan &
Hunt, 1994).
Doney dan Canon (1997) bahwa penciptaan awal hubungan
mitra dengan pelanggan didasarkan atas kepercayaan. Hal yang senada juga
dikemukakan oleh McKnight, Kacmar, dan Choudry (dalam Bachmann & Zaheer,
2006), menyatakan bahwa kepercayaan dibangun sebelum pihak-pihak tertentu
saling mengenal satu sama lain melalui interaksi atau transaksi. Kepercayaan
secara online mengacu pada kepercayaan dalam lingkungan virtual.
Menurut Rosseau, Sitkin, dan Camere (1998), definisi kepercayaan
dalam berbagai konteks yaitu kesediaan seseorang untuk menerima resiko.
Diadaptasi dari definisi tersebut, Lim et al (2001) menyatakan kepercayaan
konsumen dalam berbelanja internet sebagai kesediaan konsumen untuk mengekspos
dirinya terhadap kemungkinan rugi yang dialami selama transaksi berbelanja melalui
internet, didasarkan harapan bahwa penjual menjanjikan transaksi yang akan
memuaskan konsumen dan mampu untuk mengirim barang atau jasa yang telah
dijanjikan.
2. Artikel
Dikisahkan,
ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang office boy di sebuah perusahaan Jepang, tetapi
sekarang ia telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses di bidang jasa.
Saat
ditanya, bagaimana itu bisa terjadi, si pengusaha bercerita sambil
bernostalgia. “Sebenarnya, pendidikan saya hanya SMP saja, itupun lulusan dari
kampung. Saat diterima kerja sebagai pesuruh di kota besar ini, saya sangat senang sekali. Kata
teman-teman di kantor, saya selalu bersemangat, murah senyum, dan siap membantu
siapa saja yang memerlukannya. Bahkan bekerja lembur dan tidur di kantor pun, saya
jalani dengan senang.
Tugas, yang pada mulanya hanya sebatas pesuruh, mengantar ini
mengantar itu, menyediakan minuman, menyusun file-file, suatu hari meningkat
menjadi pembantu adiministrasi saat ada anak kantor yang mengalami musibah dan
tidak dapat menyelesaikan tugasnya, saya belajar mati-matian menggunakan
komputer untuk membantunya mengetik.
Bos saya orang Jepang. Dan saya lah yang paling sering berada di
ruangan bos, membantu dan menemaninya bekerja hingga malam hari.
Perintah-perintah bos diucapkan dalam bahasa Jepang.
Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali. Dan, dari sanalah
saya terpacu untuk belajar berbahasa Jepang. Karyawan dari Jepang yang bekerja
di situ, sangat menghargai siapapun yang mau belajar bahasa mereka. Setiap
hari, mereka mengajari sambil mentertawakan kebodohan saya jika salah dalam
berucap kata. Oleh-oleh yang dibawa dari Jepang adalah buku-buku berbahasa
Jepang yang saya minta.
Kira-kira empat tahun kemudian, tugas saya pun mengalami
perubahan. Walaupun Tetap membantu serabutan, tetapi naik kelas menjadi asisten
administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari negeri sakura datang, saya yang
menemani mereka menjadi penterjemah. Lama-kelamaan, saya dipercayai mengurus
banyak hal, menghadap pejabat, menyampaikan pesan-pesan penting antar
departemen dan sebagainya.
Sekian tahun kemudian, atas persetujuan dan bantuan Bos dan
kepercayaan yang telah terbentuk selama ini, saya meminta izin untuk
mengundurkan dan memulai usaha sendiri di bidang jasa, yakni mengurus berbagai
perijinan hingga rekruting karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang
hendak berinvestasi di Indonesia.
Bisnis saya bisaberkembang pesat seperti sekarang ini, tentu
saja saya bersyukur atas semua ini, dan tetap belajar segala sesuatu agar
bisnis saya terus berkembang dan berkembang
C. Kepercayaan dan Usaha untuk Meningkatkannya
D.
KEPERCAYAAN DAN USAHA UNTUK
MENINGKATKANNYA
Dasar dari
semua ini adalah kebenaran. Kepercayaan dapat di
bedakan menjadi:
1. Kepercayaan kepada diri
sendiri
Ini
ditanamkan pada diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati. Percaya
terhadap diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya
mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya.
2. Kepercayaan kepada orang
lain
Ini merupakan
kepercayaan terhadap saudara atau orang di sekitar kita. Kepercayaan kepada
orang lain tentu saja percaya kepada kata hatinya,perbuatan yang sesuai kepada
kata hati,ataupun terhadap kebenaranya.
3. Kepercayaan kepada
pemerintah
Pandangan demokratis adalah KEDAULATAN DITANGAN RAKYAT.
Negara yang hanya sebagai keutuhan totalitas yang ada disebut negara
totaliter. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai hak disebut negara
diktaktor.
4. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan
ini amat penting karena merupakan tali penghubung yang mengalirkan daya
kekuatannya. Kepercayaan kepada Tuhan sangatlah penting karena menghubungkan
tali kuat Tuhan menolong umatnya. Jika manusia berusaha agar mendapat
pertolongan dari Tuhan, manusia harus percaya kepada Tuhan sebab Tuhanlah yang
selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya jat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta berserta
isinya merupakan koneksinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan perhujudan
kepada jat tersebut.
Sumber
:
minggu ke 14 manusia dan harapan
Di minggu ke 14 ini saya akan menjelaskan tentang
manusia dan harapan, berikut point-point nya.
A.Pengertian Harapan
setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,
berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli
sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang
mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak,
atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang
yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang
akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi
ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin
tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud,
maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena
usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya
sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat
terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
B. Apa sebab manusia mempunyai
harapan
1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah
yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya
menangis, tertawa, bergembira, sedih , dsb
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya
harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
Kelangsungan hidup
(survival)
Keamanan (safety)
Hak dan kewajiban
mencintai dan dicintai (be loving and love)
Diakui lingkungan
(status)
- Perwujudan cita-cita (self actualization)
a. Kelangsungan hidup (survival)
Setiap dari kita selalu ingin Isurvive dalam
setiap keadaan. Meski sebagian orang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya
meski sebenarnya kontrak hidupnya belum habis. Tapi, saya
yakin itu hanya sebagian kecil saja.
b. Keamanan
Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan
yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Walaupun
secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan rasa
perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan
pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Tapi,
sebagai manusia yang berakal, kita harusnya mendahulukan kewajiban ketimbang hak.
Termasuk dalam masalah “cinta”. Kalau kita ingin menuntut hak kita untuk
dicintai orang tua kita, yaaa kita lebih dulu mencintai mereka, karena itu
kewajiban kita.
d. Status
Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan
status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa
diri kita.
e. Perwujudan cita-cita
Pada dasarnya itu manusia mengembangkan bakat atau
kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya
Sumber:
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Saturday, December 6, 2014
minggu 13, alhamdulillah selesai :)
Minggu ke 13,
saya menjelaskan tentang manusia dan kegelisahan
D.
Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata asing. Kata asing
berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehinga kata terasing berarti,
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi
kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari
pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Terasing
atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah
mengalamai hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang
berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Perilaku
yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan itu selalu menimbulkan
keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan dengan atau menyentuh
nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini akan merugikan harta, nama baik, martabat,
harga diri orang lain. Karena itu orang yang berbuat dibenci oleh masyarakat
dan berada dalam keterasingan. Perbuatan itu misalnya mencuri, mengganggu ister
orang, menghina orang sombong.
Keterasingan
dalam hal ini dapat dipaksakan oleh anggota masyarakat, ataupun oleh institusi
yang diciptakan oleh masyarakat kepada si pelaku, maksudnya supaya si pelaku
ini tidak merugikan orang lain lagi atau membuat gelisah orang lain, dan si
pelaku dapat menjadi sadar, sehingga dapat memperbaiki perilakunya yang
bertentangan dengan nilai-nilai kemasyarakatan itu. Kesadaran itu mungkin dapat
terjadi apabila orang itu terasing yang membuat ia gelisah.
Orang
yang bersifat sombong angkuh, besar kepala, tidak menghormati orang lai selalu
akan tersisih dari pergaulan masyarakat, karena perilaku semacam ini tidak
disenangi dan dibenci oleh masyarakat. Orang lain akan merasa tersentuh
nilai-nilai kemanusiaannya apabila bergaul dengan orang angkuh, sombong, dan
tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibensi orang lain, sehingga
membuat ia dalam keterasingan.
Kekurangan
yang ada pada diri seseorang dapat juga membuat keterasingan. Dalam hal ini
bukan masyarakat yang membuat orang itu terasing, melainkan dirinya sendiri
karena ketidak mampuan atau karena membuat kesalahan. Ketidak mampuan atau
kesalahan ini berpengaruh pada nama baik atau harga diri atau martabat orang
yang bersangkutan. Ketidak mampuan disi meliputi kekurangan ilmu pengetahuan
yang dimiliki ataupun ketidak mampun fisik. Kurang ilmu pengetahuan ini
disebabkan taraf pendidikannya yang belum sampai pada taraf tertentu yang
dihadapi sekarang. Dengan demikian orang yang bersangkutan tidak dapat
menyesuaikan diri dengan masyarakat ilmiah yang dihadapinya. Karena itu ia
merasa gelisah, terasing.
E.
Kesepian
Kesepian
berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernag
mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu
bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
•
Sebab-sebab terjadinya kesepian:Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang hidup sendiri.
Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat.
Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulan. Karena teman-teman menjauhi maka orang yang bersikap sombong itu hidup terasing, terpencil dari keramaian hidup sehingga kesepian.
Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai, kebaikan dengan orang yang bersikap sombong. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka itu lebih suka menyendiri karena menyendiri itu akibatnya kesepian.
F.Ketidakpastian
Ketidakpastian
adalah hal yang belum pasti dan belum tentu terjadi dan tidak jelas darimana
asal -usulnya. Ketidakpastian adalah hal yang tidak dapat terduga. Apabila
suatu ketika kita dihadapkan dengan ketidakpastian apa yang akan kita
lakukan??? Apabila kita dihadapkan pada ketidakpastian, janganlah bersedih dan
putus asa. Cobalah untuk positive thingking terlebih dahulu. Allah punya
rencana dibalik ketidakpastian ini. Ketidakpastian disebabkann oleh berbagai
macam sebab, terutama ketika pemikiran yang ada pada diri kita sedang tidak jelas.
Orang yang pikrannya sedang terganggu tidak dapat lagi berpikir ataupun
mengambil suatu keputusan. Ketidakpastian dappat membuat seseorang gelisah dan
panic akan hal yang akan datang. Sebenarnya tidak usah seperti itu, karena pada
akhirnya nanti ketidakpastian itu akan terjawab dengan seiringnya waktu.
Berbagai masalah kerap menghadapkan kita pada suatu ketidakpastian. Hal itu
wajar terjadi pada kehidupan manusia. Karena terkadang Allah ingin memberikan
kejutan-kejutan manis bagi hambanya yang sabar dan tidak cepat berputus asa.
Seperti takdir, kita tidak akan pernah tau bagaimana takdir kita nantinya
tetapi Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa melakukan perbuatan
baik dan bermanfaat. Agar Allah dapat menentukan bagaimana takdir kita dan dimana
seharusnya nanti kita berada. Ketidakpastian hendaknya membuat kita semangat
dalam hidup ini. Karena ada kalimat bijak yang mengatakan satu hal yg pasti
dalam hidup ini adalah ketidakpastian itu sendiri.
G.
usaha-usaha menghadapi ketidakpastian
Usaha
mengatasi ketidak pastian yaitu dengan cara :
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung pada mental si penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke psikolog.
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung pada mental si penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke psikolog.
Sumber:
manusia dan kegelisahan
Di minggu ke
12 ini saya akan menjelaskan tentang manusia dan kegelisahan, berikut
point-pointnya :
A.
Pengertian
kegelisahan
Dalam kehidupan sehari-hari kita
sering merasakan kegelisahan, apa itu kegelisahan? Kegelisahan adalah hal yang
tidak terduga rupanya, bisa dirasakan sebelum sesuatu hal terjadi pada saat hal
itu terjadi, atau bahkan setelah hal itu terjadi. Sekarang bagaimana kita dapat
mengendalikan kegelisahan itu agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek
yang justru mengganggu kehidupan dan perasaan kita. Jadi setiap ada hal apapun
yang membuat kita gelisah maka kita harus bersugesti hal yang baik agar membuat
kita tenang, dan selalu mengambil hikmah dari apapun yang terjadi. Efek
kegelisahan bisa timbul karena ada perlakuan yang tidak positif dari dalam diri
kita sendiri. Maka dari karena itu apabila kita melakukan suatu kejadian atau
perbuatan harus di usahakan sebisa mungkin menjalankannya dengan baik.
Kegelisahan di dalam bahasa sekarang
disebut dengan galau. Galau ini banyak contoh kasusnya, seperti masalah cinta,
pekerjaan, keluarga, dan lainnya. Manusia yang merasa gelisah seringkali tidak
dapat menjalankan pekerjaan dengan baik karena selalu merasa tidak tenang dalam
hidupnya.Bahkan orang tersebut tidak memiliki dasar dalam melakukan suatu
kegiatan.Semua itu di sebabkan oleh karena manusia mempunyai hati dan perasaan
yang takut akan kehilangan nama baik dsb.Bentuk kegelisahan bisa
bermacam-macam,misalnya merasa terasing,kesepian dan ketidakpastian akan suatu
masalah.
B.
Sebab-sebab
orang gelisah
Apabila kita kaji sebab-sebab orang
gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal
itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam
Contoh :
Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan) orang tentu akan gelisah. Hal ini disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
Bila ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan) orang tentu akan gelisah. Hal ini disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
C.
Usaha-
usaha mengatsi kegelisahan
Mengatasi
kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari kita sendiri, yaitu kita harus
bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga
segala kesulitan kita atasi.
Contoh :
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha kuasa, maha Pengasih, Maha penyanyang dan Maha Pengampun.
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepadaNya, kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha kuasa, maha Pengasih, Maha penyanyang dan Maha Pengampun.
Sumber :
Subscribe to:
Posts (Atom)
